Rabu, 28 Januari 2015

Terapi daripada Mati

Hukuman mati bagi kasus narkoba dan obat terlarang perlu ditinjau kembali baik itu bagi pembuat, pengedar, maupun pengguna zat terlarang ersebut. Pasalnya bila individu yang mengkonsumsi obat terlarang sebenarnya dapat disebut kecanduan dan ketergantungan.
Individu yang telah mengalami kecanduan maupun ketergantungan dapat desembuhkan dengan berbagai terapi yaitu dengan detoksifikasi, atau penghentian zat sama sekali, terapi biologis dengan pemberian zat-zat pengganti, juga dengan terapi psikologis secara terapi berkelompok, terapi kognitif dan perilaku, maupun intervensi secara kombinasi.

Bila terkait kasus penyelundupan narkoba, perlu ditinjau ulang bagaimana mereka bisa dengan mudahnya memasukkan zat terlarang ke negara kita. Menyelamatkan generasi muda tidak harus dengan hukuman mati, naming terapi kesembuhanlah yang sebenarnya dibutuhkan para korban zat terlarang ini. 

Kamis, 22 Januari 2015

Teruntuk Kamu yang Di Sana

Teruntuk kamu yang d sana..
apa kabarmu?
sudah makankah malam ini?
jangan lupa makan yaa... jangan sampai sakit lagi

Teruntuk kamu yang disana
apa kabarmu?
masih sama kah hari harimu?
tetap tersenyum yaa, karna orang lainpun menyukai senyummu

Teruntuk kamu yang di sana
apa kabarmu?
tetap bahagia kan hari ini?
pasti kamu sedang bersama mereka yang membuatmu bahagia

Teruntuk kamu yang di sana
apa kabarmu?
masih hangatkah pelukanmu?
bahkan aku mulai lupa bagaimana belaian tanganmu itu

Teruntuk kamu yang di sana
apa kabarmu?
begitu berwarnanya cahayamu,
yang bahkan tak mampu kutulis dalam kalimat panjang nan padat

Teruntuk kamu yang di sana
apa kabarmu?
kabarku masih begini,
hanya mampu membayangkan senyummu tanpa bisa menggapainya

Teruntuk kamu yang di sana
apa kabarmu?
sampai kapan aku hanya bisa mengukir nama dan ceritamu dalam tinta yang tak bisa meleleh ini?

teruntuk kamu yang di sana
teruntuk kamu yang di sana
teruntuk kamu yang di sana
teruntuk yang menjadi inspirasi menulisku

teruntuk kamu yang di sana
mari bertemu dan kita menulis bersama
teruntuk kamu yang di sana

Rabu, 21 Januari 2015

Bagaikan Membalik Telapak Tangan


Istilah dunia dalam gengaman tangan begitu terasa di era teknologi sekarang. Info apapun yang kita inginkan tinggal ketik dan voila muncul berratus maupun ribu informasi terkait hal yang kita inginkan.
Internet dan mesin pencariannya bagai dua hal yang tak dapat dipisahkan. Beragam portal berita baik nasional mapun internasional menjadi hal paling diburu untuk sekedar di klik. Media sosial juga makin membuming dan banyak dicari. Mulai dari facebook, twitter, instagram, path, ask.fm, tumblr, blogspot dan masih banyak lainnya. Iklan dan berita yang bermunculan di media sosial mempermudah individu mendapat apa yang dicari.
Dari sekedar benar ingin dicari hingga hanya terkesan dengan judul atau gambar yang menarik. Mulai dari hal penting seperti tugas kuliah atau informasi kesehatan misalnya, hingga berita politik, sosial ekonomi dnia bagaikan membalik telapak tangan untuk mendapatnya. Atau perkembangan musik, fashion, dan hiburan didunia. Mudah dan cepat.
Berkebalikan dengan itu, banyak orang menjadi sok tau akan segala hal dan menuliskan opini-opini pribadinya terkait hal yang sedang naik daun di dunia maya. Hal itu semata-mata agar tulisannya banyak dilirik orang dan mampir membaca serta menimbulkan opini lain dari pembacanya.
Terlepas dari itu semua, apapun yang dicari individu melalui dunia maya pastinya sudah harus dipikirkan dampak kedepannya. Bermanfaat atau tidakkah apa yang dilihat dari hasil pencariannya.

DILA N.W
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Kamis, 01 Januari 2015

Pelangi Selepas Hujan

doc.istimewa
Tahun baru, cerita baru, harapan baru, doa baru. Yah tentu setiap insan punya resolusinya masing masing. Begitu beragamnya hingga nyaris tak ada yang meyamai. Pun bagi Indonesia, tak mau kalah untuk semakin melihat masa depan.